Sunday, January 22, 2017

thumbnail

Pelatih Timnas Indonesia Luis Milla


Agen Poker - Kemarin, Jumat, 20 Januari, 2017, Asosiasi Sepakbola Indonesia (PSSI) secara resmi telah menunjuk pelatih Indonesia. Dia adalah Luis Milla APAC. Pria asal Spanyol berusia 50 tahun itu 'menyisihkan' Luiz Fernandez, yang juga kandidat.

 agen poker


Pemilihan Luis Milla itu cukup menarik. Indonesia memiliki panjang karena merasa tidak menunjuk pelatih asing dengan CV mencolok. Milla bermain untuk tim nasional Spanyol meskipun hanya tiga pertandingan. Sebagai pemain, ia mencatat tiga raksasa telah membela Spanyol; Valencia, Barcelona dan Real Madrid.

Lebih dari itu, ia tidak hanya bangku penghangat. Di Real Madrid, La Liga ditorehkannya 165 games dalam tujuh musim. Valencia di La Liga 79 game dalam empat musim. Sementara di Barcelona ia membela sejak 16 tahun, 94 game (termasuk 40 game dengan Barcelona B) Milla silakan mendaftar.

Tapi sebagai pelatih, yang mempesona sebagian besar pengalaman Milla adalah keberhasilannya dalam membawa juara Spanyol U21 Piala Eropa (2011) dan U19 Piala Eropa runner-up (2010). Pada saat itu ia menangani para pemain muda berbakat yang kemudian menjadi pemain tim nasional Spanyol senior seperti David De Gea, Cesar Azpilicueta, Javi Martinez, Thiago Alcantara dan Juan Mata. Ini berarti, Milla digunakan untuk memoles bakat yang luar biasa.

Tapi yang paling menarik bagi saya bukanlah hal yang disebutkan di atas. Saat melihat profil Milla, hal yang membuat saya sangat menantikan karya mereka bersama-sama adalah karena pengalamannya sebagai pemain yang memainkan gelandang bertahan.

Artikel lainnya : http://18intim.blogspot.com/ 

Timnas Indonesia ditangani oleh pelatih asing yang bermain sebagai gelandang bertahan adalah sesuatu yang langka. Austria Alfred Riedl penyerang, Jacksen Thiago penyerang Brasil, bek Wilhelmus Rijsbergen Belanda, striker Ivan Kolev Bulgaria, striker Inggris Peter Withe, bek Henk Wullems Belanda, Romano Matte Italia bek, ivan toplak penyerang Yugoslavia, bahkan Anton Pocagnik berposisi sebagai bek.

Indonesia tampaknya setuju dengan apa yang dikatakan oleh Jordi Cruyff, putra legenda sepak bola Belanda Johan Cruyff. Menurut Jordi, di Daily Mail, pelatih terbaik di dunia sebagian besar memainkan sebagai gelandang bertahan sementara masih berkarir sebagai pemain.

Agen Domino - Tidak heran Jordi Cruyff tidak begitu dapat dipercaya. pembinaan karier Sementereng tidak karir ayahnya. Tapi penjabaran Jordi, memang benar banyak pelatih berkualitas yang merupakan mantan gelandang bertahan, terutama di awal milenium ini. Sebut saja Carlo Ancelotti, Diego Simeone, Antonio Conte, Pep Guardiola, Rafael Benitez, Jorge Sampaoli, Vicente Del Bosque, Didier Deschamps, Frank Rijkaard, semuanya memainkan gelandang bertahan.

Bahkan jika itu diperluas, sehingga tersebar pelatih berkualitas yang bermain sebagai gelandang. Zinedine Zidane, Massimilliano Allegri, Luis Enrique, Unai Emery, Jose Mourinho, Roger Schmidt, yang semuanya adalah gelandang saat bermain. Jika dikombinasikan dengan pelatih mantan gelandang bertahan, posisi gelandang ternyata melahirkan banyak pelatih hebat.

Hal ini juga mungkin bahwa salah satu penyebab Indonesia masih belum memberikan prestasi yang membanggakan. Karena pelatih menangani tim nasional, sangat sedikit yang bermain quarterback. Rahmad Darmawan, pelatih yang saat ini bermain gelandang bertahan untuk mengisi pos, hanya untuk pekerja diberi kesempatan sebentara Indonesia. Tetapi dengan popularitas dan prestasi yang telah ditorehkan oleh Rahmat Darmawan dengan klub yang pernah ia tukangi, mungkin tidak salah jika quarterback merupakan cikal bakal dari pelatih yang hebat.

Selanjutnya, salah satu pelatih legenda Indonesia, Endang Witarsa, pelatih yang menempati posisi gelandang saat bermain (masih disebut gelandang tengah a). Bahkan Endang Witarsa ​​juga dikenal sebagai pelatih terbaik Indonesia sepanjang masa.

Agen Poker Online - Lalu mengapa pelatih yang berasal dari posisi gelandang bertahan banyak menjadi pelatih hebat? Mungkin jawabannya adalah quarterback telah kecerdasan yang lebih tinggi daripada kebanyakan posisi lain karena terletak di posisi yang paling sentral.

Gelandang tentu harus telah memainkan visi yang lebih luas. Gelandang dituntut untuk memiliki kemampuan untuk melihat ke samping dan ke belakang meskipun ia melihat ke depan. Hal ini berbeda dengan kiper dan bek lebih memperhatikan apa yang ada di depan atau penyerang agresif hanya ketika dia melihat ke depan (ke arah gawang).

Sementara itu, gelandang bertahan, semakin dilihat posisi penting dalam sepak bola. Meskipun ia tidak mencetak banyak gol, tapi posisi gelandang bertahan memainkan peran penting sebagai penghubung antara bagian belakang dan depan, dan juga terlibat banyak dalam membangun serangan dan pertahanan. Karena pemain gelandang bertahan yang baik adalah gelandang yang mampu mencuri bola seperti bek dan membawa bola ke depan seperti playmaker. Dan itulah kemampuan yang dimiliki oleh pelatih jenis Conte, Simeone, Guardiola, dan Ancelotti saat mereka bermain.

Ini adalah apa yang dapat diharapkan di Indonesia dari Luis Milla. Sebagai pemain, ia dikenal sebagai gelandang jenius defensif. Ia memulai debutnya di La Liga dengan Barcelona pada usia 18 tahun. Kemudian dipromosikan ke tim senior Barcelona tiga tahun setelahnya. Selama tiga musim, dia pelajar langsung oleh Johan Cruyff. Dia terdaftar sebagai pemain membantu Barca memenangkan La Liga (1984/1985), Copa del Rey (1989/1990) dan UEFA Cup Winners Cup (1988/1989).

Ketika di Barca adalah kesempatan untuk membela tim nasional Spanyol yang akan datang. Tapi dia harus bersaing dengan gelandang lain macam Fernando Hierro, Rafael Paz, Michel, Fernando Gomez, dan dua rekannya di Barcelona, ​​yakni Jose Mari Barkero dan Roberto Bonillo.

Tapi bakatnya masih harus dilihat Sebai salah satu gelandang terbaik Spanyol pada saat itu. Ketika kontraknya dengan Barcelona habis, Milla langsung direkrut oleh Jorge Valdano, yang saat itu masih presiden Real Madrid. tim gabungan dari ibukota, ia menorehkan dua trofi La Liga, satu Copa del Rey dan dua Spanyol trofi Piala Super. Posisi baru diusir setelah gondrong Madrid merekrut dari Argentina, Fernando Redondo.

Artikel Lainnya : http://bisnispokerr1.blogspot.com/ 

Pindah ke Valencia, Milla masih mampu menunjukkan maginya. Tiga piala dicapai dengan Mestalla kelelawar. Milla dengan Valencia adalah satu untuk mengakhiri karirnya sebagai pemain.

Sebagai pelatih, Milla sudah terbiasa berurusan dengan pemain muda. Tercatat ia terakhir melatih Spanyol tim U19 nasional, U20, U21 ke U23. Sebelum ke Indonesia, dia menangani kesebalasan Uni Emirat Arab, Al-Jazira, serta dua alias keselasan Segunda Division Spanyol divisi dua, yaitu Lugo dan Real Zaragoza.

Agen Domino Online - Pengalaman dan prestasi menangani muda tim nasional Spanyol adalah modal berharga untuk Milla tantangan PSSI yang memiliki target untuk memenangkan SEA Games 2017 dan Asian Games 2018. PSSI memang akan memaksimalkan pemain di bawah usia 22 tahun, batas usia di SEA Games dan Asian Games, dan berharap polish Milla bisa memberikan hasil yang maksimal.

Dari sini kita dapat melihat bahwa Milla memiliki karir yang cukup mencolok sebagai pemain atau pelatih. Berposisi sebagai gelandang saat bermain, ia bisa menjadi harapan baru bagi kita bahwa pemain yang berposisi sebagai gelandang adalah pelatih berkualitas.

Di Indonesia, Milla akan mencoba untuk mengirimkan gaya Spanyol bermain sepak bola. Di Bandung Kongres PSSI di awal Januari, Ketua Umum PSSI, Edy Rahmayadi, memang mengatakan bahwa federasi sepak bola Indonesia memiliki program bagi Indonesia untuk memiliki gaya bermain yang khas, yang ia sebut Way Indonesia.

Edy Rahmayadi juga disebutkan jika hal postur, Indonesia akan fit untuk bermain seperti Spanyol. Melalui Milla PSSI ini mencoba untuk mewujudkan impian itu, dan Milla jelas memiliki pengalaman dan pengetahuan untuk menyampaikan kepada para pemain dari Spanyol Football Indonesia.


Subscribe by Email

Follow Updates Articles from This Blog via Email

No Comments

About